1. DAERAH DAMPAK ERUPSI MERAPI
a. BABADAN II
Dusun Babadan II masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang, Kecamatan Dukun.Berada 4 km dari puncak Merapi.
Pendidikan di daerah ini sangat minim.Rata-rata mereka hanya lulus SD.Salah satu kendalanya adalah sekolah begitu jauh dari rumah mereka dan tak ada sarana untuk menuju ke sekolah.Pendidikan agama mereka masih religious magis.Di sini juga ada TPA yang diampu oleh salah seorang ustadz.dan sudah berjalan dengan lancar dan rutin setiap hari.Walaupun dalam pendidikan sekolah kurang , tapi untuk ilmu agama mereka tak kurang dan masih religius magis. Kebutuhan TPA yang belum terpenuhi adalah karpet untuk penyelenggaraan TPA.Di dalam satu dusun ini ada 2 masjid.
Mata pencaharian mereka sebagian besar di bidang pertanian palawija.Setelah erupsi merapi mereka sudah kembali bertani seperti biasanya.Hasil pun sudah seperti biasanya.Yang jadi kendala adalah mereka masih memiliki kesulitan untuk sistem pengairannya.Dikarenakan sistem pengairan untuk pertaniannya mereka rusak akibat dampak bencana Merapi. Sehingga dibutuhkan bantuan dana untuk membangun sistem pengairan yang panjangnya 1,5 km.
Selain itu, dusun Babadan II kesulitan untuk pergi atau mau berkunjung ke daerah sebelah karena jembatan yang merupakan salah satu penghubung kini putus total tidak bisa dilewati walaupun dengan jalan kaki.Artinya, dusun Babadan II yang berada 4 km dari puncak Merapi ini bias dikatakan terisolasi dari akses jalan masuk keluar dusun.
Mereka juga masih kesulitan dalam air bersih.Karena sumber mata air dan salurannya hancur terkena longsoran tebing yang berisi material-material.
b. BABADAN I
Dusun Babadan I masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang, Kecamatan Dukun.Berada 4 km dari puncak Merapi sejajar dengan Dusun Babadan II.Antara Dusun Babadan I dan Babadan II terdapat tebing curam yang memisahkan kedua dusun tersebut. Dimana jalan yang menghubungkan ke Dusun Babadan II putus total terkena longsor.
Daerah ini juga masih jauh dari sekolah.Tapi didaerah ini sudah banyak yang lulus SMP.Kendalanya juga sama dengan daerah Babadan 2 yaitu jauh dari sekolah.Didaerah ini juga ada TPA,tapi mereka masih kekurangan sarana untuk TPA seperti buku IQRO’ dan Kitab Al Qur’an.
Mata pencaharian mereka petani.Setelah erupsi merapi kini aktivitas itu sudah berjalan seperti biasanya.Untuk penjualan/pemasaran sudah lancar.
Kondisi jalan cor semen, tapi sudah rusak dan perlu diperbaiki agar transportasi mudah untuk lewat.
Air bersih didaerah ini juga kurang.Mereka mendapat bantuan dari PMI,itu pun masih kurang.
c. NGGONDANG
Dusun Nggondang terdiri dari Nggondang I dan Nggondang II yang terpisahkan tebing seperti di Babadan.Dusun Nggondang berada dalam kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.Berada 7 km dari puncak Merapi.
Pendidikan didaerah ini lebih baik daripada untuk daerah diatasnya.Didaerah ini sudah banyak yang lulus SMA.Jarak kesekolah tidak terlalu jauh untuk dijangkau.Untuk TPA sudah berjalan dengan lancar dan rutin.
Mata pencaharian mereka adalah petani dan sebagian pedagang.Walaupun aktivitas ini sudah berjalan seperti biasanya,namun masih ada kendala yaitu untuk pengairan ladang.Pernah dibuat saluran memggunakan pipa,tapi karena ada erupsi merapi ,pipa tersebut rusak dan hancur dan perlu perbaikan.
Kondisi jalan cor semen dan bisa diakses kendaraan maksimal roda 6 (truk kecil).
Air bersih Alhamdulillah tercukupi.
d. KRADENAN SELATAN
Kradenan selatan terletak didaerah Srumbung, Magelang.Rata-rata mata pencahariannya petani buah salak.Dengan adanya erupsi merapi ini ,tanaman salak rusak.Untuk memulihkan tanaman salak menjadi produktif, dibutuhkan waktu 1,5 sampai 2 tahun.Padahal oleh pemerintah, mereka dilarang untuk mematikan tanaman salak mereka untuk diganti dengan tanaman lain. Oleh karena itu, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.mereka pernah mencoba metode tumpang sari dan Alhamdulillah sudah panen sekali.Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup pasca pulang dari pengungsian sewaktu erupsi Merapi hingga menunggu tanaman salak mereka sudah mulai produktif (berbuah).
Kondisi pendidikan Alhamdulillah sudah berjalan seperti biasa dan tak ada kendala.
e. PUYENGANDAN BUSENGAN
Daerah ini juga terletak di Srumbung.Mata pencaharian mereka juga petani buah salak.Dengan adanya erupsi merapi ini ,tanaman salak rusak.Padahal panen salak itu menunggu waktu yang tidak sebentar.Mereka susah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.Mereka pernah mencoba tumpang sari dan Alhamdulillah sudah panen sekali.
Kondisi pendidikan Alhamdulillah sudah berjalan seperti biasa dan tak ada kendala.
2. DAERAH DAMPAK BANJIR LAHAN DINGIN
a. SIRAHAN
Dusun Sirahan, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Magelang merupakan daerah korban lahar dingin merapi parah selain desa Jumoyo, Salam.
Dusun Sirahan kini tak seperti sebuah desa lagi.Rumah-rumah tertimbun material-material.Pamakaman kini juga hilang,sawah seluas 3 hektar jadi hamparan pasir luas.Jalan raya kini menjadi sungai akibat korosi aliran lahar dingin.Ada 13 rumah telah hilang ludes tak tersisakan.Warga kini mengungsi ditempat pengungsian TPA Tanjung.Mereka hanya bisa menanti sampai kapan banjir lahardingin akan berakhir.Untuk anak-anak mereka tetap sekolah walaupun dengan fasilitas darurat dan terikat perjanjian antara pihak kepala sekolah, posko Sirahan dan Tagana.Buku-buku telah hilang dan tertimbun.Mereka sangat kurang untuk fasilitas sekolah,tapi mereka tetap semangat dan pantang menyerah walaupun kondisi seperti itu.
Banyak bantuan yang sudah masuk ke posko Sirahan.Mulai dari Pengajian Akbar Ustadz Yusron beserta 3000 jamaahnya. Bantuan pengobatan Gratis dari jama’ah Gereja Protestan Plengkung, Kota Magelang yang sudah mulai rutin hampir tiap 2 minggu sekali. Bantuan Logistik dari Pasturan Katholik Van Lith, Muntilan.Bantuan sembako dari Lazis Muhammadiyah Wonosobo.Bantuan pengadaan alat cetakan Batako dari Bpk. Taufiq, Temanggung.Bantuan pemesanan dan pembelian 6000 Batako dari Kiblat cabang Pabelan yang nantinya juga diserahkan untuk warga dusun Sirahan sendiri.Dll.
b. JETIS
Dusun Jetis, Desa Sirahan, Kecamatan Salamterletak di sebelah timur dusun Sirahan.Daerah ini juga parah seperti Sirahan.Semua rumah tertimbun material.Jalan pun kini seperti hamparan pasir.Rumah-rumah sepertinya tak dapat dihuni lagi karena selain material memenuhi rumah, tembok juga hancur.Kini warga masih mengungsi di pengungsian TPA Tanjung.Mereka bermata pencaharian petani hanya tergantung bantuan,danbelum bisa bekerja.Walaupun material lahar dingin datang sendiri kerumah-rumah mereka,tapi mereka belum ada pikiran untuk memanfaatkannya.Pendidikan tetap berjalan walaupun keadaan seperti itu.Tapi mereka sangat membutuhkan alat-alat tulis dan buku tulis untuk pendidikan terutama anak-anak sekolah.
Di Dusun ini terdapat Masjid Ibnu Hajar yang menjadi pusat ibadah Jumat se-desa Sirahan dan juga ada play group di sekitar masjid..Yang sudah kami lakukan untuk masjid ini adalah menghidupkan kembali penerangan dan jaringan listrik yang terputus akibat aliran lahar dingin Merapi.Kendala yang perlu diperhatikan bersama adalah bagaimana memulihkan kembali kemakmuran masjid Ibnu Hajar ini.
c. GEMAMPANG
Dusun Gemampang terletak di samping sirahan,tapi tak begitu parah untuk daerah ini.Alhamdulillah tak ada rumah yang hilang,hanya tertimbun material-material,itupun tak semua terkena.Ada sekitar 20 rumah yang tertimbun material.Untuk pendidikan mereka seperti daerah yang lain yaitu sekolah darurat dan mereka tetap semangat dan pantang menyerah untuk selalu mengikuti sekolah seperti biasa.
Bantuan yang dibutuhkan dusun ini adalah sembako dan alat pendidikan.
d. GLAGAH
Dusun Glagah terletak di sebelah Dusun Jetis.Daerah ini juga termasuk parah.Rumah-rumah tertimbun material, tapi juga ada sekitar 11 rumah yang hilang.posisi warga kini mengungsi.Glagah ini berada di bantaran sungai Kali Putih.Dulu disitu ada jembatan yang menghubungkan antara Sirahan dan sekitarnya dengan glagah sekitarnya.Anak-anak sekolah yang SMP harus menyebrang kali putih untuk menuju ke sekolah.
Untuk mendayagunakan material pasir dari aliran lahar dingin, mereka membentuk kelompok usaha untuk pembuatan batako.Dimana hasil dari usaha pembuatan batako ini bisa digunakan untuk membangkitkan kembali kampungnya.Pengadaan bantuan alat cetakan Batako sudah dipenuhi oleh pihak Pasturan Van Lith Muntilan.Untuk saat ini mereka membutuhkan bantuan sepatu boat, gerobak dorong dan bantuan semen.
e. PURWOSARI
Dusun Purwosari juga tak begitu parah,hanya ada beberapa rumah yang terkena material.Di daerah ini ada sekolah darurat untuk Daerah Sirahan.Mereka masih kekurangan buku dalam belajar,baik itu buku tulis maupun buku pelajaran.Selain itu mereka juga memerlukan les/privat atau sejenis bimbingan belajar.
Di posko Dusun Purwosari terdapat relawan-relawan kaum akademisi dari Yogyakarta (UGM, UPN Veteran, dll) yang selalu stand by di posko.
f. SUDIMORO
Dusun Sudimoro, Adikarto, Kecamatan Muntilan berada di aliran SungaiPabelan.Sungai pabelan ini merupakan gabungan dari 4 sungai yang lumayan cukup besar.Sudimoro juga termasuk parah.banyak rumah yang rusak dan hancur.ada sekitar 13 rumah yang hanyut dan sekitar 20 rumah terendam material.Mereka mengungsi di tempat tetangga-tetangga sebelah yang tidak terkena aliran lahar dingin.Warga sudah ada yang mempunyai ide untuk memanfaatkan material tersebut.Mereka membuat batako untuk memperbaiki rumah-rumah.Lembaga kemanusiaan yang sudah masuk antara lain Kompas, Uni Eropa, dll.
g. NGEMPLAK
Dusun Ngemplak, Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Magelang juga tersapu aliran lahar dingin Sungai Pabelan.Dusun ini juga termasuk parah.Material telah merata di desa dan masuk ke rumah-rumah penduduk.Mereka untuk saat ini masih mengungsi di daerah sebelah yang tidak terkena banjir.Mereka tidur di dalam tenda-tenda darurat.Air bersih mereka juga kekurangan.pendidikan mereka sedikit terlantar dan mereka merasa bosan berada di pengungsian.
Bantuan dari lembaga-lembaga Nahdhatul Ulama seperti IPNU, GP Ansor, Banser, dll terfokus di dusun ini.
Yang sudah kami lakukan untuk dusun ini adalah mengadakan penyaluran bantuan susu SGM 123, sembako, pakaian dan menyelenggarakan Out Bond (permainan trauma healing) bekerja sama dengan IPNU.
h. SALAKAN
Dusun Salakan, Desa Sirahan kini masih sangat parah.Material masih terus masuk ke perkampungan dan air pun masih terus mengalir.Banyak rumah yang terendam material dan ada beberapa rumah yang hanyut.Warga untuk saat ini juga masih mengungsi di pengungsian.Pendidikan pun seperti daerah yang lain,mereka tetap belajar walaupun kondisi seperti itu.Sarana pendidikan sangat kurang seperti buku-buku dan alat tulis.