Kamis, 19 Mei 2011

DESKRIPSI LOKASI BENCANA



1.     DAERAH  DAMPAK ERUPSI MERAPI
a.     BABADAN II
Dusun Babadan II masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang, Kecamatan Dukun.Berada 4 km dari puncak Merapi.
Pendidikan di daerah ini sangat minim.Rata-rata mereka hanya lulus SD.Salah satu kendalanya adalah sekolah begitu jauh dari rumah mereka dan tak ada sarana untuk menuju ke sekolah.Pendidikan agama mereka masih religious magis.Di sini juga ada TPA yang diampu oleh salah seorang ustadz.dan sudah berjalan dengan lancar dan rutin setiap hari.Walaupun dalam pendidikan sekolah kurang , tapi untuk ilmu agama mereka tak kurang dan masih religius magis. Kebutuhan TPA yang belum terpenuhi adalah karpet untuk penyelenggaraan TPA.Di dalam satu dusun ini ada 2 masjid.
Mata pencaharian mereka sebagian besar di bidang pertanian palawija.Setelah erupsi merapi mereka sudah kembali bertani seperti biasanya.Hasil pun sudah seperti biasanya.Yang jadi kendala adalah mereka masih memiliki kesulitan untuk sistem pengairannya.Dikarenakan sistem pengairan untuk pertaniannya mereka rusak akibat dampak bencana Merapi. Sehingga dibutuhkan bantuan dana untuk membangun sistem pengairan yang panjangnya 1,5 km.
Selain itu, dusun Babadan II kesulitan untuk pergi atau mau berkunjung ke daerah sebelah karena jembatan yang merupakan salah satu penghubung kini putus total tidak bisa dilewati walaupun dengan jalan kaki.Artinya, dusun Babadan II yang berada 4 km dari puncak Merapi ini bias dikatakan terisolasi dari akses jalan masuk keluar dusun.
Mereka juga masih kesulitan dalam air bersih.Karena sumber mata air dan salurannya hancur terkena longsoran tebing yang berisi material-material.


b.    BABADAN I
Dusun Babadan I masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang, Kecamatan Dukun.Berada 4 km dari puncak Merapi sejajar dengan Dusun Babadan II.Antara Dusun Babadan I dan Babadan II terdapat tebing curam yang memisahkan kedua dusun tersebut. Dimana jalan yang menghubungkan ke Dusun Babadan II putus total terkena longsor.
Daerah ini juga masih jauh dari sekolah.Tapi didaerah ini sudah banyak yang lulus SMP.Kendalanya juga sama dengan daerah Babadan 2 yaitu jauh dari sekolah.Didaerah ini juga ada TPA,tapi mereka masih kekurangan sarana untuk TPA seperti buku IQRO’ dan Kitab Al Qur’an.
Mata pencaharian mereka petani.Setelah erupsi merapi kini aktivitas itu sudah berjalan seperti biasanya.Untuk penjualan/pemasaran sudah lancar.
Kondisi jalan cor semen, tapi sudah rusak dan perlu diperbaiki agar transportasi mudah untuk lewat.
Air bersih didaerah ini juga kurang.Mereka mendapat bantuan dari PMI,itu pun masih kurang.

c.      NGGONDANG
Dusun Nggondang terdiri dari Nggondang I dan Nggondang II yang terpisahkan tebing seperti di Babadan.Dusun Nggondang berada dalam kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.Berada 7 km dari puncak Merapi.
Pendidikan didaerah ini  lebih baik daripada untuk daerah diatasnya.Didaerah ini sudah banyak yang lulus SMA.Jarak kesekolah tidak terlalu jauh untuk dijangkau.Untuk TPA sudah berjalan dengan lancar dan rutin.
Mata pencaharian mereka adalah petani dan sebagian pedagang.Walaupun aktivitas ini sudah berjalan seperti biasanya,namun masih ada kendala yaitu untuk pengairan ladang.Pernah dibuat saluran memggunakan pipa,tapi karena ada erupsi merapi ,pipa tersebut rusak dan hancur dan perlu perbaikan.
Kondisi jalan cor semen dan bisa diakses kendaraan maksimal roda 6 (truk kecil).
Air bersih Alhamdulillah tercukupi.


d.    KRADENAN SELATAN
Kradenan selatan terletak didaerah Srumbung, Magelang.Rata-rata mata pencahariannya petani buah salak.Dengan adanya erupsi merapi ini ,tanaman salak rusak.Untuk memulihkan tanaman salak menjadi produktif, dibutuhkan waktu 1,5 sampai 2 tahun.Padahal oleh pemerintah, mereka dilarang untuk mematikan tanaman salak mereka untuk diganti dengan tanaman lain. Oleh karena itu, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.mereka pernah mencoba metode tumpang sari dan Alhamdulillah sudah panen sekali.Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup pasca pulang dari pengungsian sewaktu erupsi Merapi hingga menunggu tanaman salak mereka sudah mulai produktif (berbuah).
Kondisi pendidikan Alhamdulillah sudah berjalan seperti biasa dan tak ada kendala.

e.      PUYENGANDAN BUSENGAN
Daerah ini juga terletak di Srumbung.Mata pencaharian mereka juga petani buah salak.Dengan adanya erupsi merapi ini ,tanaman salak rusak.Padahal panen salak itu menunggu waktu yang tidak sebentar.Mereka susah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.Mereka pernah mencoba tumpang sari dan Alhamdulillah sudah panen sekali.
Kondisi pendidikan Alhamdulillah sudah berjalan seperti biasa dan tak ada kendala.

2.     DAERAH DAMPAK BANJIR LAHAN DINGIN
a.     SIRAHAN
Dusun Sirahan, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Magelang merupakan daerah korban lahar dingin merapi parah selain desa Jumoyo, Salam.
Dusun Sirahan kini tak seperti sebuah desa lagi.Rumah-rumah tertimbun material-material.Pamakaman kini juga hilang,sawah seluas 3 hektar jadi hamparan pasir luas.Jalan raya kini menjadi sungai akibat korosi aliran lahar dingin.Ada 13 rumah telah hilang ludes tak tersisakan.Warga kini mengungsi ditempat pengungsian TPA Tanjung.Mereka hanya bisa menanti sampai kapan banjir lahardingin akan berakhir.Untuk anak-anak mereka tetap sekolah walaupun dengan fasilitas darurat dan terikat perjanjian antara pihak kepala sekolah, posko Sirahan dan Tagana.Buku-buku telah hilang dan tertimbun.Mereka sangat kurang untuk fasilitas sekolah,tapi mereka tetap semangat dan pantang menyerah walaupun kondisi seperti itu.
Banyak bantuan yang sudah masuk ke posko Sirahan.Mulai dari Pengajian Akbar Ustadz Yusron beserta 3000 jamaahnya. Bantuan pengobatan Gratis dari jama’ah Gereja Protestan Plengkung, Kota Magelang yang sudah mulai rutin hampir tiap 2 minggu sekali. Bantuan Logistik dari Pasturan Katholik Van Lith, Muntilan.Bantuan sembako dari Lazis Muhammadiyah Wonosobo.Bantuan pengadaan alat cetakan Batako dari Bpk. Taufiq, Temanggung.Bantuan pemesanan dan pembelian 6000 Batako dari Kiblat cabang Pabelan yang nantinya juga diserahkan untuk warga dusun Sirahan sendiri.Dll.

b.    JETIS
Dusun Jetis, Desa Sirahan, Kecamatan Salamterletak di sebelah timur dusun Sirahan.Daerah ini juga parah seperti Sirahan.Semua rumah tertimbun material.Jalan pun kini seperti hamparan pasir.Rumah-rumah sepertinya tak dapat dihuni lagi karena selain material memenuhi rumah, tembok juga hancur.Kini warga masih mengungsi di pengungsian TPA Tanjung.Mereka bermata pencaharian petani hanya tergantung bantuan,danbelum bisa bekerja.Walaupun material lahar dingin datang sendiri kerumah-rumah mereka,tapi mereka belum ada pikiran untuk memanfaatkannya.Pendidikan tetap berjalan walaupun keadaan seperti itu.Tapi mereka sangat membutuhkan alat-alat tulis dan buku tulis untuk pendidikan terutama anak-anak sekolah.
Di Dusun ini terdapat Masjid Ibnu Hajar yang menjadi pusat ibadah Jumat se-desa Sirahan dan juga ada play group di sekitar masjid..Yang sudah kami lakukan untuk masjid ini adalah menghidupkan kembali penerangan dan jaringan listrik yang terputus akibat aliran lahar dingin Merapi.Kendala yang perlu diperhatikan bersama adalah bagaimana memulihkan kembali kemakmuran masjid Ibnu Hajar ini.
c.      GEMAMPANG
Dusun Gemampang terletak di samping sirahan,tapi tak begitu parah untuk daerah ini.Alhamdulillah tak ada rumah yang hilang,hanya tertimbun material-material,itupun tak semua terkena.Ada sekitar 20 rumah yang tertimbun material.Untuk pendidikan mereka seperti daerah yang lain yaitu sekolah darurat dan mereka tetap semangat dan pantang menyerah untuk selalu mengikuti sekolah seperti biasa.
Bantuan yang dibutuhkan dusun ini adalah sembako dan alat pendidikan.

d.    GLAGAH
Dusun Glagah terletak di sebelah Dusun Jetis.Daerah ini juga termasuk parah.Rumah-rumah tertimbun material, tapi juga ada sekitar 11 rumah yang hilang.posisi warga kini mengungsi.Glagah ini berada di bantaran sungai Kali Putih.Dulu disitu ada jembatan yang menghubungkan antara Sirahan dan sekitarnya dengan glagah sekitarnya.Anak-anak sekolah yang SMP harus menyebrang kali putih untuk menuju ke sekolah.
Untuk mendayagunakan material pasir dari aliran lahar dingin, mereka membentuk kelompok usaha untuk pembuatan batako.Dimana hasil dari usaha pembuatan batako ini bisa digunakan untuk membangkitkan kembali kampungnya.Pengadaan bantuan alat cetakan Batako sudah dipenuhi oleh pihak Pasturan Van Lith Muntilan.Untuk saat ini mereka membutuhkan bantuan sepatu boat, gerobak dorong dan bantuan semen.

e.      PURWOSARI
Dusun Purwosari juga tak begitu parah,hanya ada beberapa rumah yang terkena material.Di daerah ini ada sekolah darurat untuk Daerah Sirahan.Mereka masih kekurangan buku dalam belajar,baik itu buku tulis maupun buku pelajaran.Selain itu mereka juga memerlukan les/privat atau sejenis bimbingan belajar.
Di posko Dusun Purwosari terdapat relawan-relawan kaum akademisi dari Yogyakarta (UGM, UPN Veteran, dll) yang selalu stand by di posko.

f.      SUDIMORO
Dusun Sudimoro, Adikarto, Kecamatan Muntilan berada di aliran SungaiPabelan.Sungai pabelan ini merupakan gabungan dari 4 sungai yang lumayan cukup besar.Sudimoro juga termasuk parah.banyak rumah yang rusak dan hancur.ada sekitar 13 rumah yang hanyut dan sekitar 20 rumah terendam material.Mereka mengungsi di tempat tetangga-tetangga sebelah yang tidak terkena aliran lahar dingin.Warga sudah ada yang mempunyai ide untuk memanfaatkan material tersebut.Mereka membuat batako untuk memperbaiki rumah-rumah.Lembaga kemanusiaan yang sudah masuk antara lain Kompas, Uni Eropa, dll.

g.     NGEMPLAK
Dusun Ngemplak, Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Magelang juga tersapu aliran lahar dingin Sungai Pabelan.Dusun ini juga termasuk parah.Material telah merata di desa dan masuk ke rumah-rumah penduduk.Mereka untuk saat ini masih mengungsi di daerah sebelah yang tidak terkena banjir.Mereka tidur di dalam tenda-tenda darurat.Air bersih mereka juga kekurangan.pendidikan mereka sedikit terlantar dan mereka merasa bosan berada di pengungsian.
Bantuan dari lembaga-lembaga Nahdhatul Ulama seperti IPNU, GP Ansor, Banser, dll terfokus di dusun ini.
Yang sudah kami lakukan untuk dusun ini adalah mengadakan penyaluran bantuan susu SGM 123, sembako, pakaian dan menyelenggarakan Out Bond (permainan trauma healing) bekerja sama dengan IPNU.

h.    SALAKAN
Dusun Salakan, Desa Sirahan kini masih sangat parah.Material masih terus masuk ke perkampungan dan air pun masih terus mengalir.Banyak rumah yang terendam material dan ada beberapa rumah yang hanyut.Warga untuk saat ini juga masih mengungsi di pengungsian.Pendidikan pun seperti daerah yang lain,mereka tetap belajar walaupun kondisi seperti itu.Sarana pendidikan sangat kurang seperti buku-buku dan alat tulis.

Selasa, 03 Mei 2011

Program Recovery Merapi


A.            PENDAHULUAN
Tepatnya tanggal 26 Oktober 2010 Gunung Merapi yang terdapat di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami peningkatan aktivitas.Dengan ditandai munculnya erupsi yang menimbulkan hujan material vulkanik di wilayah tersebut.Aktivitas gunung teraktif di dunia ini semakin menunjukkan puncaknya pada tanggal 5 November 2010, sehingga menelan korban jiwa maupun harta benda.
Erupsi merapi menimbulkan banyak dampak terhadap masyarakat dan daerah sekitarnya.Banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal serta ladang tempat mereka mengais rezeki.
Pasca erupsi merapi, beberapa daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah kini telah luluh lantah.Banyak perkampungan telah tertimbun material-material lahar dingin.Dengan material lahar dingin yang di perkirakan 100 Juta m3 telah menyimpan potensi masalah tersendiri yaitu banjir lahar dingin yang merupakan longsoran dari hasil erupsi merapi melalui beberapa sungai yang berhulu dikawasan Merapi. Tanggal 9 januari 2011 terjadi banjir lahar dingin melalui kali putih di wilayah Kabupaten Magelang tepatnya di daerah Jumoyo,Kecamatan Salam.
Banjir ini telah mengakibatkan rumah-rumah yang berada di bantaran kali tertimbun lahar dingin yang berupa pasir dan batu-batu besar.Tidak hanya rumah-rumah,akan tetapi jalan raya juga tertutup lahar dingin.juga merusak DAM,saluran air bersih,persawahan,irigasi,dan beberapa jembatan penghubung.
Namun disisi lain ,Keadaan pengungsi saat ini sangat membutuhkan bantuan dari donatur baik itu berupa bantuan fisik maupun dukungan moral. Bantuan berupa logistik seperti bahan pangan, pakaian seragam serta pendanaan sangat mereka butuhkan.Oleh karena itu,kami dari posko peduli bersama yang merupakan gabungan dari beberapa lembaga yang dibentuk atas keprihatinan bencana alam yang terjadi khususnya bencana gunung merapi bermaksud untuk membantu meringankan beban warga korban bencana.posko peduli bersama ini menjalankan beberapa kegiatan yang dimulai bulan Februari untuk membantu masyarakat korban bencana di Magelang.
           
B.     NAMA PROGRAM
Program kemanusiaan ini kami beri nama“RECOVERY MERAPI”.Artinya konsentrasi program kami lebih pada pemulihan sistematis terhadap kondisi pasca bencana erupsi Merapi.


C.    JENIS KEGIATAN
Kegiatan yang akan kami laksanakan berupa :
RECOVERY/ PEMULIHAN
1.  FISIK :
Ø  Pemulihan Pertanian :
·         Bibit
·         Pupuk
Ø  Perbaikan Pengairan
Ø  Pemulihan Penerangan Listrik sementara
Ø  Pengadaan Alat Pencetak Batako dan Semen
Ø  Penyaluran Susu SGM 123
Ø  Penyaluran Kornet Daging Sapi dan Kambing
Ø  Penyaluran Sembako
2.  PSIKIS (Trauma Healing ) :
Ø  TPA
Ø  Bimbingan belajar
Ø  Outbond
Ø  Pengajian
Ø  Bedah Film

D.    TUJUAN
Program “Recovery Merapi” secara umum bertujuan untuk menstimulir pemulihan pasca bencana Merapi.Strategi yang kami gunakan adalah mempelopori dan melibatkan pergerakan warga korban bencana Merapi secara partisipatoris untuk menyelenggarakan pembangunan fisik maupun non fisik di daerahnya masing-masing.Hal ini diharapkan mampu membangkitkan semangat warga korban bencana Merapi pasca bencana.
Adapun program dan tujuan kerja yang telah berjalan dan atau akan kami laksanakan , antara lain :
1.      Trauma healing
Tujuan :Mengurangi tingkat trauma yang berkepanjangan yang dapat menimbulkan dampak negative psikologis.Kegiatan trauma healing ini sangat dibutuhkan para korban,memupuk kepercayaan diri,membangkitkan semangat.Kegiatan trauma healing yang sudah kami lakukan adalah Memulai TPA di dusun Nggondang, Dukun, Magelang yang sempat terhenti waktu bencana Merapi, TPA di Dusun Simping, Mungkid, Magelang. Outbond untuk korban erupsi Merapi di Dusun Kradenan Selatan, Srumbung dan di Dusun Jombong, Dukun, Magelang. Serta Outbond untuk korban lahar dingin di Dusun Ngemplak, Ngrajek, Mungkid, Magelang bekerja sama dengan relawan IPNU (Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama). Selain itu, kami masih menyelenggarakan bimbingan belajar bagi anak-anak korban lahar dingin di Dusun Purwosari dan Dusun Trayem, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Magelang.

2.      Pertanian
Tujuan :Membangkitkan semangat warga korban dengan memberi bibit dan pupuk untuk memulai kembali pertanian yang telah terkena dampak erupsi Merapi dan atau tersapu aliran lahar dingin.Konsentrasi awal program pemulihan pengairan ini kami prioritaskan untuk Dusun Kradenan Selatan RT 3 RW 1, Srumbung, Magelang yang merupakan daerah penghasil buah salak lumut dan memiliki lahan pertanian kurang lebih 9 hektar.Kemudian untuk warga Dusun Nggondang II, Dukun, Magelang sebagai penghasil palawija.Dan selanjutnya Dusun Puyengan dan Busengan, Srumbung, Magelang.

3.      Pengairan
Tujuan :Memulihkan sistem pengairan di daerah lereng Merapi yang rusak akibat dampak bencana Merapi. Hal ini dipandang perlu untuk mengairi ladang pertanian dan pengadaan air bersih.Konsentrasi program pemulihan pengairan kami lakukan di Dusun Nggondang II (7km dari puncak Merapi) dan Dusun Babadan II (4 km dari puncak Merapi). Yang sudah kami lakukan adalah pengadaan 1 roll tali seling dan beberapa zak semen untuk pengairan di wilayah Dusun Nggondang II.

4.      Listrik
Tujuan :Memulihkan penerangan perkampungan yang jaringan listriknya terputus terutama fasilitas-fasilitas umum seperti masjid, sekolahan, poskamling, dll.Yang sudah kami lakukan adalah menghidupkan jaringan listrik di Masjid Ibnu Hajar di desa Sirahan yang terkena parah banjir lahar dingin.

5.      Pengadaan Alat Pencetak Batako dan Semen
Tujuan :Menstimulir partisipasi aktif warga korban bencana lahar dingin (terutama pemuda) untuk memberdayakan sumber material Merapi berbentuk pasir untuk memulihkan perekonomian warga korban bencana lahar dingin dengan membentuk kelompok-kelompok usaha pembuatan batako. Program ini sudah terealisasi untuk warga Dusun Sirahan, Desa Sirahan berkat bantuan donatur dari Temanggung dan lembaga kemanusiaan Kiblat, Pabelan dan Dusun Glagah, Sirahan berkat bantuan pihak Pasturan Van Lith, Muntilan. Namun kami masih membutuhkan bantuan Alat pencetak Batako guna membantu di dusun-dusun lainnya di daerah Sirahan.Dan juga bantuan semen serta sepatu boat untuk melakukan pembuatan batako tersebut.
Melalui program kerja yang telah kami susun,maka kami mengharap dukungan maupun bantuan dari para donatur agar program kami bisa terlaksana dengan lancar dan sesuai yang kami rencanakan dan memberi hasil yang tepat guna.

E.     TARGET  KEGIATAN
Dengan diadakannya acara ini kami mengharapkan tercapainya target minimal
sebagai berikut:
1.      Kegiatan ini dapat melibatkanminimal 80 % warga korban dan atau pengungsi lahar dinginserta erupsi merapi.
2.      Para korban termotivasi untuk selalu semangat dalam menjalani kehidupan melalui program trauma healing.
3.      Para korban paham akan fenomena lahar dingin dan erupsi merapi sebagai bentuk antisipasi dimasa yang akan datang
4.      Secara aktif warga korban bencana Merapi mampu memulihkan kondisi keterpurukan dengan independensi kebersamaan yang kuat.
5.      Warga korban bencana Merapi sadar untuk selalu berusaha memulihkan infrastuktur di desanya dengan tanpa menyalahkan Tuhan dan unsur-unsur metafisik yang kontraproduktif.
6.      Warga korban bencana terjaga dari keterpurukan moralitas dan semangat keberagamaannya.

F.     SASARAN
Kegiatan ini ditujukan kepada para korban erupsi merapi dan banjir lahar dingindi wilayah Kabupaten Magelang,Jawa Tengah.