Selasa, 03 Mei 2011

Program Recovery Merapi


A.            PENDAHULUAN
Tepatnya tanggal 26 Oktober 2010 Gunung Merapi yang terdapat di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami peningkatan aktivitas.Dengan ditandai munculnya erupsi yang menimbulkan hujan material vulkanik di wilayah tersebut.Aktivitas gunung teraktif di dunia ini semakin menunjukkan puncaknya pada tanggal 5 November 2010, sehingga menelan korban jiwa maupun harta benda.
Erupsi merapi menimbulkan banyak dampak terhadap masyarakat dan daerah sekitarnya.Banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal serta ladang tempat mereka mengais rezeki.
Pasca erupsi merapi, beberapa daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah kini telah luluh lantah.Banyak perkampungan telah tertimbun material-material lahar dingin.Dengan material lahar dingin yang di perkirakan 100 Juta m3 telah menyimpan potensi masalah tersendiri yaitu banjir lahar dingin yang merupakan longsoran dari hasil erupsi merapi melalui beberapa sungai yang berhulu dikawasan Merapi. Tanggal 9 januari 2011 terjadi banjir lahar dingin melalui kali putih di wilayah Kabupaten Magelang tepatnya di daerah Jumoyo,Kecamatan Salam.
Banjir ini telah mengakibatkan rumah-rumah yang berada di bantaran kali tertimbun lahar dingin yang berupa pasir dan batu-batu besar.Tidak hanya rumah-rumah,akan tetapi jalan raya juga tertutup lahar dingin.juga merusak DAM,saluran air bersih,persawahan,irigasi,dan beberapa jembatan penghubung.
Namun disisi lain ,Keadaan pengungsi saat ini sangat membutuhkan bantuan dari donatur baik itu berupa bantuan fisik maupun dukungan moral. Bantuan berupa logistik seperti bahan pangan, pakaian seragam serta pendanaan sangat mereka butuhkan.Oleh karena itu,kami dari posko peduli bersama yang merupakan gabungan dari beberapa lembaga yang dibentuk atas keprihatinan bencana alam yang terjadi khususnya bencana gunung merapi bermaksud untuk membantu meringankan beban warga korban bencana.posko peduli bersama ini menjalankan beberapa kegiatan yang dimulai bulan Februari untuk membantu masyarakat korban bencana di Magelang.
           
B.     NAMA PROGRAM
Program kemanusiaan ini kami beri nama“RECOVERY MERAPI”.Artinya konsentrasi program kami lebih pada pemulihan sistematis terhadap kondisi pasca bencana erupsi Merapi.


C.    JENIS KEGIATAN
Kegiatan yang akan kami laksanakan berupa :
RECOVERY/ PEMULIHAN
1.  FISIK :
Ø  Pemulihan Pertanian :
·         Bibit
·         Pupuk
Ø  Perbaikan Pengairan
Ø  Pemulihan Penerangan Listrik sementara
Ø  Pengadaan Alat Pencetak Batako dan Semen
Ø  Penyaluran Susu SGM 123
Ø  Penyaluran Kornet Daging Sapi dan Kambing
Ø  Penyaluran Sembako
2.  PSIKIS (Trauma Healing ) :
Ø  TPA
Ø  Bimbingan belajar
Ø  Outbond
Ø  Pengajian
Ø  Bedah Film

D.    TUJUAN
Program “Recovery Merapi” secara umum bertujuan untuk menstimulir pemulihan pasca bencana Merapi.Strategi yang kami gunakan adalah mempelopori dan melibatkan pergerakan warga korban bencana Merapi secara partisipatoris untuk menyelenggarakan pembangunan fisik maupun non fisik di daerahnya masing-masing.Hal ini diharapkan mampu membangkitkan semangat warga korban bencana Merapi pasca bencana.
Adapun program dan tujuan kerja yang telah berjalan dan atau akan kami laksanakan , antara lain :
1.      Trauma healing
Tujuan :Mengurangi tingkat trauma yang berkepanjangan yang dapat menimbulkan dampak negative psikologis.Kegiatan trauma healing ini sangat dibutuhkan para korban,memupuk kepercayaan diri,membangkitkan semangat.Kegiatan trauma healing yang sudah kami lakukan adalah Memulai TPA di dusun Nggondang, Dukun, Magelang yang sempat terhenti waktu bencana Merapi, TPA di Dusun Simping, Mungkid, Magelang. Outbond untuk korban erupsi Merapi di Dusun Kradenan Selatan, Srumbung dan di Dusun Jombong, Dukun, Magelang. Serta Outbond untuk korban lahar dingin di Dusun Ngemplak, Ngrajek, Mungkid, Magelang bekerja sama dengan relawan IPNU (Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama). Selain itu, kami masih menyelenggarakan bimbingan belajar bagi anak-anak korban lahar dingin di Dusun Purwosari dan Dusun Trayem, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Magelang.

2.      Pertanian
Tujuan :Membangkitkan semangat warga korban dengan memberi bibit dan pupuk untuk memulai kembali pertanian yang telah terkena dampak erupsi Merapi dan atau tersapu aliran lahar dingin.Konsentrasi awal program pemulihan pengairan ini kami prioritaskan untuk Dusun Kradenan Selatan RT 3 RW 1, Srumbung, Magelang yang merupakan daerah penghasil buah salak lumut dan memiliki lahan pertanian kurang lebih 9 hektar.Kemudian untuk warga Dusun Nggondang II, Dukun, Magelang sebagai penghasil palawija.Dan selanjutnya Dusun Puyengan dan Busengan, Srumbung, Magelang.

3.      Pengairan
Tujuan :Memulihkan sistem pengairan di daerah lereng Merapi yang rusak akibat dampak bencana Merapi. Hal ini dipandang perlu untuk mengairi ladang pertanian dan pengadaan air bersih.Konsentrasi program pemulihan pengairan kami lakukan di Dusun Nggondang II (7km dari puncak Merapi) dan Dusun Babadan II (4 km dari puncak Merapi). Yang sudah kami lakukan adalah pengadaan 1 roll tali seling dan beberapa zak semen untuk pengairan di wilayah Dusun Nggondang II.

4.      Listrik
Tujuan :Memulihkan penerangan perkampungan yang jaringan listriknya terputus terutama fasilitas-fasilitas umum seperti masjid, sekolahan, poskamling, dll.Yang sudah kami lakukan adalah menghidupkan jaringan listrik di Masjid Ibnu Hajar di desa Sirahan yang terkena parah banjir lahar dingin.

5.      Pengadaan Alat Pencetak Batako dan Semen
Tujuan :Menstimulir partisipasi aktif warga korban bencana lahar dingin (terutama pemuda) untuk memberdayakan sumber material Merapi berbentuk pasir untuk memulihkan perekonomian warga korban bencana lahar dingin dengan membentuk kelompok-kelompok usaha pembuatan batako. Program ini sudah terealisasi untuk warga Dusun Sirahan, Desa Sirahan berkat bantuan donatur dari Temanggung dan lembaga kemanusiaan Kiblat, Pabelan dan Dusun Glagah, Sirahan berkat bantuan pihak Pasturan Van Lith, Muntilan. Namun kami masih membutuhkan bantuan Alat pencetak Batako guna membantu di dusun-dusun lainnya di daerah Sirahan.Dan juga bantuan semen serta sepatu boat untuk melakukan pembuatan batako tersebut.
Melalui program kerja yang telah kami susun,maka kami mengharap dukungan maupun bantuan dari para donatur agar program kami bisa terlaksana dengan lancar dan sesuai yang kami rencanakan dan memberi hasil yang tepat guna.

E.     TARGET  KEGIATAN
Dengan diadakannya acara ini kami mengharapkan tercapainya target minimal
sebagai berikut:
1.      Kegiatan ini dapat melibatkanminimal 80 % warga korban dan atau pengungsi lahar dinginserta erupsi merapi.
2.      Para korban termotivasi untuk selalu semangat dalam menjalani kehidupan melalui program trauma healing.
3.      Para korban paham akan fenomena lahar dingin dan erupsi merapi sebagai bentuk antisipasi dimasa yang akan datang
4.      Secara aktif warga korban bencana Merapi mampu memulihkan kondisi keterpurukan dengan independensi kebersamaan yang kuat.
5.      Warga korban bencana Merapi sadar untuk selalu berusaha memulihkan infrastuktur di desanya dengan tanpa menyalahkan Tuhan dan unsur-unsur metafisik yang kontraproduktif.
6.      Warga korban bencana terjaga dari keterpurukan moralitas dan semangat keberagamaannya.

F.     SASARAN
Kegiatan ini ditujukan kepada para korban erupsi merapi dan banjir lahar dingindi wilayah Kabupaten Magelang,Jawa Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar